Jakarta: reliving that life.
3:25:00 PMand I'd love you long after you're gone.
sambil baca, denger ini ya
Alat komunikasi seringkali kurang dari cukup. Ratusan kali saat gue jatuh dan butuh seseorang, Puji Tuhan ya, ada media elektronik yang menyempatkan gue untuk menjangkau orang-orang terbaik gue, orang-orang yang di Jakarta. Tapi tetep aja kalo gue udah jatuh, di bawah kulit dan tulang gue, cuma kehadiran secara fisik yang saat itu bisa bantu. Karena gak ada pilihan lain, gue harus mandiri.
Jiwa ke-Indonesia-an gue ngga pernah pudar, sebelum pindah juga gue lebih sering menyebut diri gue warga yang bangga akan negara asal gue. Entah di manapun gue berada, orang siapa yang gue temuin saat itu, kalo mereka tertarik untuk mengenali tempat asal gue, sudah pasti dengan senang hati dan bangga, gue akan ceritakan mereka indahnya Indonesia. Dan bukan cuma buruknya Jakarta, yang seperti biasanya perspektif salah dari banyak warga asli Indonesia, menkonsentrasikan Indonesia pada Jakarta.
Gimanapun itu, yang bikin gue selalu homesick adalah budaya Indonesia yang gue hidupi di Jakarta bersama orang-orang di sana. Budaya seperti makan pake tangan, beli jajanan kaki lima dan ngobrol ramah dengan penjual, juga mengawali percakapan dengan orang sebelah yang sedang ngantri bus, ngeluh tentang macetnya Jakarta, angkutan umum yang ngejar kita sebagai penumpang, tawar-menawar, keluar pada malam hari hanya untuk mencari take-away (macam sebungkus nasi goreng, berbagai pilihan gorengan, dll!) atau simply ke Minimarket terdekat untuk jajan dan beli pulsa. dan, disorakin cowo-cowo jalanan saat jalan ke suatu tempat. #JakartaKeras! Tapi kota yang terlalu damai dan patuh peraturan seperti di luar negeri akan terkesan sangat membosankan kalo udah sempet hidup ala Jakarta. ;)
Tepat setelah 1 tahun+1 bulan+1 minggu & 3 hari di negara Teknik mesin, melewati keempat musim, melewati peningkatan berat badan yang menurut gue ekstrim, dan kebiasaan yang berubah, 12 Oktober 2015 menjadi hari paling lifechanging untuk gue.
Saat musim panas itu, gue dapet kesempatan dari Tuhan untuk mengunjungi tanah air.
0 comments