Orang.
11:54:00 AM
Mulai dari mana ya? Orang. Tapi bukan sekedar dua-tiga suku kata sebelum digabungkan dengan -utan. Melainkan manusia. Kalo bicara tentang orang, yang muncul di pikiran bukan orang-asing. Bisa aja gambaran kepadatan orang-orang yang sedang berjalan di jantung kota tidak beraturan di sekelilingmu yang muncul. Bisa aja hal lainnya yang muncul, peluangnya ngga terbatas...walaupun pikiranmu bilang hanya beberapa. Kenyataanya apa? Denger kata "orang", (bukan "kata orang" ya) dan yang muncul di pikiranmu (atau setidaknya yang di pikiran saya/gue/ku) adalah orang-orang terdekat. Manusia yang menjadi keluarga, teman, kenalan, siapapun yang sudah ikut campur dalam hidupmu, yang pernah bermain peran di dalamnya.
Orang-orang ini, mau yang "baik" mau yang "engga"... Punya banyak makna. Entah maknanya secara "baik" relevan ke dalam hidup atau "engga". Mereka membuat sosok "orang lain" belajar.
Kalo mau bicara "baik" dan "tidak baik" atau "baik" dan "benar", saya teringat seorang supir GoJek bernama depan Joel dan bermarga Nainggolan. Kenapa supir GoJekpun bisa bermakna buat saya? Ramah-tamah orang Indonesia emang bener-bener dah. Bapak, abang, om, tulang Joel ini, dengan usia 35 tahun bisa mendoktrin saya bahwa di balik baik itu selalu benar. Tergantung manusia kembali, melihat ketentuan baik ini sejauh atau seluas mana.
Orang-orang yang paling bermakna di kehidupan saya sejauh ini tidak lebih dari 11 dan saya bisa menamakan mereka semua, yaitu mereka, gabungan dari keluarga dan orang paling berpengaruh untuk pembangunan karakter saya sejauh ini. Hal yang kembali indah adalah justru untuk mendapat kesempatan melihat orang-orang ini berkembang lebih maju lagi, atau bahkan untuk melihat mereka jatuh, namun juga membantu mereka bangkit atau lebih indah lagi, melihat mereka bangkit untuk dirinya sendiri. Mereka adalah daftar orang-orang yang saya rindukan untuk bertemu kembali setelah kehidupan berakhir, ironis bukan?
Lebih dari bersyukur untuk bertemu dan berkenalan dengan banyak orang dengan karakter mereka masing-masing. Semuanya unik, semuanya ada baiknya yang bisa diambil. Hidup itu belajar. Belajar untuk selalu bisa menjadi lebih baik. Bukan sempurna. Tapi lebih baik. Karena lebih baik adalah melewati apa yang sudah berlalu yang buruk dan tidak jatuh kepada hal yang menjerumuskan kenegatifan yang sama. MONG APASILU THER
Nyatanya apa, ngga semua orang "baik" yang membuat lo berkembang. Benar untuk menetapkan bahwa mereka membuat lo belajar. Pasti. Semua orang membuat kita belajar. Tapi beberapa orang justru menolak untuk belajar. Belajar adl pilihan yang ngga bisa dihindari, dan belajar juga keputusan yang sudah selayaknya diambil. Nah balik lagi ke topik, kalo cerita tentang orang yang tidak "baik"? Banyak bukan? Sakitkah semua pengalaman itu?
Bukan benar atau salah yang penting, melainkan bagaimana seorang meresponinya.
Kata ganti (pronoun dalam bahasa inggris) "-nya" di sini bisa berarti apa aja: situasi-kondisi, topik percakapan, sifat, kata benda, suatu subjek. Intinya, kalo lo ditimpa sama si "nya" ini dalam hidup, cuma ada di tangan lo mau buang-buang waktu untuk menghakimi itu benar atau salah, atau meresponinya, entah benar atau salahpun respon lu. Because, who decides right and wrong? Life. Life always decides.
Gue suka bercabang kalo nulis. Topiknya orang, bukan hidup. Mungkin gue harus ganti judulnya sekarang, hm.
Hari ini gue belajar bahwa banyak orang dalam hidup gue yang peduli sama gue. (dan sadarlah, banyak orang yang peduli sama hidup lo juga, kok.) Namun justru gue yang ngga sadar akan kehadiran mereka. Gue yakin semua orang pernah mengalami situasi seperti ini. Tapi lebih lagi tentang orang, gue juga belajar bahwa ngga semua orang baik akan ada bersama lo. Mereka "orang baik"nya orang lain juga. Atau mereka butuh "orang baik" untuk diri mereka sendiri juga, atau mungkin mereka dalam pencarian si orang tersebut. Dan orang-orang yang setia menemani lo, mereka juga punya hidup. Kerjaan mereka ngga menemani lo doang. Percayalah bahwa Tuhan menempatkan setiap orang di hidup lo dengan tujuan mereka tersendirinya.
Lebih lagi, di penghujung celotehan gue kali ini... gue belajar bahwa setiap orang harus menjadi suatu sosok orang dengan karakter tertentu untuk orang lain.
"Give life character." kalo kata Lilly Singh.
Selamat menjadi orang .
.
.
orang baik?
orang benar?
atau bahkan orang jahat?
orang hebat?
orang yang tidak biasa?
orang biasa?
.
.
Selamat.
Karena kamu hidup.
dan kamu hidup sebagai orang. :)
0 comments