dari jurnal pt.1
8:00:00 PM
June 1st, 2015. WaR, 22:xx.
Hey there. Inilah gue tengkurep di matrass gak ada ngantuknya. I've had enough screen time across my eye. I can't blame anyone for being themself anjir. Ah, beda cerita. So anyway...
Gue nulis kali ini dengan perasaan campur aduk sebenernya perlu tempat mengekspresikan kesel dan kebingungan gue. (omg lo nulis apa sih ther...) Capek, bener. Otak gue yang capek! Dan literally, maksudnyatuh karena cara berfungsinya untuk berbahasa tuh, kasian deh! Dulu, gue lancar B. Indo, like, kadang buat English sampe jadi gagal. Lalu gue ketemu Bruno lagi, alhasil gue mulai beringgris lagi dalam kemampuan inggris sehari-hari, ditambah lagi dengan internet ya, duh!
Nah pada masa pengulangan inggris ini gue balajar Bahasa Jerman. dan oh. my. god. gue depresi. Cara otak gue berfungsi, kerasa banget kalo doi itu mencoba translate word per word yang gue denger, dan kerasa prosesnya dari pengertian (teori) sampe gue meresponinya (praktik, oral)
Sekarang... gue lagi dituntut banget untuk lancar dengan bahasa Jermannya. Dan tau apa? kerasa banget saat gue sering latihan, banyak hal baru yang gue pelajarin! Emang bener, "practice makes perfect" walaupun setiap practice itu pasti jelek. Nah dilema gue skrg yg mau gue curhatin adl... English gue menurun. Banyak bgt vocab gue yg ilang, dan yg memalukan adl gue jd sering gagap :(
Seriously, it sucks. I mean, the real thing now is the decision I make on which language I should concentrate on. I had a complete (pain in the ass) recovery of German when I studied with Andy today, but I want to finish Paper Towns and like it's the sickest book ever and I could really widen my vocab again there.
Decisions, decisions.
Obligated to speak 3 languages fluently (and balanced) sucks!
Nah pada masa pengulangan inggris ini gue balajar Bahasa Jerman. dan oh. my. god. gue depresi. Cara otak gue berfungsi, kerasa banget kalo doi itu mencoba translate word per word yang gue denger, dan kerasa prosesnya dari pengertian (teori) sampe gue meresponinya (praktik, oral)
Sekarang... gue lagi dituntut banget untuk lancar dengan bahasa Jermannya. Dan tau apa? kerasa banget saat gue sering latihan, banyak hal baru yang gue pelajarin! Emang bener, "practice makes perfect" walaupun setiap practice itu pasti jelek. Nah dilema gue skrg yg mau gue curhatin adl... English gue menurun. Banyak bgt vocab gue yg ilang, dan yg memalukan adl gue jd sering gagap :(
Seriously, it sucks. I mean, the real thing now is the decision I make on which language I should concentrate on. I had a complete (pain in the ass) recovery of German when I studied with Andy today, but I want to finish Paper Towns and like it's the sickest book ever and I could really widen my vocab again there.
Decisions, decisions.
Obligated to speak 3 languages fluently (and balanced) sucks!
0 comments