kcerednälierd eluhcslaer

2:37:00 PM

Read the title backwards, and that's my current school name.

Di post sebelumnya gue udah tulis gimana gue perjuangan dari kelas bahasa sampe ke kelas penuh kenangan dan tumpah darah. Nah sekarang, gue pindah sekolah lagi kan? Ini cerita sekolah barunya.

Bulan maret, hari rabu.
Gue dateng ke ruang kepsek (yang kebetulan tetanggaan sama ruang guru) 10 menit sebelum bel masuk. Gue melongo aja nunggu di situ si ibu yang gue temuin kemarin cuma nyuruh nunggu di luar sampe wali kelas gue dateng, soalnya.

----
beberapa bulan kemudian.
---

inilah gue, di suatu malam rabu, baru saja menyelesaikan PR matematika...
Kerasa-ngga-kerasa banget sih, ternyata udah hampir 2 bulan di sekolah ini, di kelas ini. Banyaaaaaaaaaaaak banget hal baru yang gue pelajarin, kerasa banget "sekolah" lagi, dan takterlupakan all those shits I've received.

Pertama kali gue dateng di kelas, semua anak ngenalin diri aja males-malesan. Hebatnya adalah gue main asal ditempatkan ke bangku kosong yang ternyata keesokan harinya tidak kosong...best walikelas ever. Hal ini jadi masalah berat, gue dengan dingin mau yang terbaik untuk sisi pandang gue terbaik untuk semua, ternyata mereka ngga nerima ide yang ngga jelek-jelek amat dari gue. In fact, they rejected it in a very shitty way. Gak nyangka sindir-sindiran masih "hits", dasar anak kecil yang suka berantem satu grup dengan yang lainnya, KZL.

Namun, gue sangat beruntung dapat kenal sama adik dari kawan dari sekolah lama: Sanem, cewe turki seumuran gue yang merupakan adik dari Aleyna, kawan supportive didikan Herr Engler dulu. Seperti kakaknya, dia..tinggi, dan ramah, terbuka sama gue. Surprise-surprise, ternyata dia pindahan dari sekolah sebelah juga, 2 tahun yang lalu. *squels sarcasticly*. Harapan gue udah tinggi sebenernya, ngga sabar mau bergaul sama topmodels kelas ini yang kelihatannya ramah, but NOOOPE. Its okay, sangat baik berteman dengan yang sepantaran level otaknye. Beruntung adalah saat maunya temenan sama orang Jerman, dan ternyata dapet Julia, kawan dekat dari Sanem, keturunan Rusia, berkelahiran di negara bagian Rheinland-Pfalz, anak pindahan setahun yang lalu. Gue yang masih gagap, berteman dengan Sanem enak, dia ngerti posisi gue, karena dia pernah di situ. Di sisi lain, Julia sangat supportive dan jago bahasa inggris (walaupun dengan aksen jerman), jadi komunikasi sama dia juga ngga menyedihkan banget. Mereka adalah golongan si pendiam, yang ngga mau gaul sama anak kelas lain, yang sekolah hanya untuk belajar, ngga jenius amat, tapi kalo ngobrol tentang dunia lain...manga, jepang dan kpop, korea.
Bersyukur punya kenalan seperti mereka berdua di minggu sampai bulan pertama gue di sekolah ini, mereka ngerti banget jadi anak baru itu gimana rasanya..mereka ngga ninggalin gue sendirian di sekolah. Bahkan, saat hari terakhir liburan, gue menyempatkan diri ketemuan di luar dan "agak" belajar bareng sama Julia. Sebelumnya ngga se-cepet ini dapet temen deket baik berguna gitu atuh.

Lets talk about boys
Singkat cerita, gue duduk di sebelah (chairmate, tapi mejanya bukan berempat) kirinya mas ganteng Lukas. Dari hari pertama, dia adalah crush abal-abal gue. Pengen ajasih describe dia gimana, tapi bakal kepanjangan penuh fangirling nantinya. Intinya dia coklat, lebih dewasa umurnya, suaranya laki abis, baru pindah juga ke kelas ini 2 minggu sebelum gue, dan guess what? he's half american. DAMN<3 Sedihnya, mas Lukas sangat pendiam, dan nyatanya dia pindahan dari sekolah pinter, jadi mungkin dia agak menganggap gue kampungan gitu kali ya? Ya diasih maunya temenan sama si top models ini. Namun terkadang dia bisa juga ngomong sama gue kok, dan itu suara yaowoh...
Cowo kedua,

saat berjumpa dan kau menyapa
indah parasmu hangatkan suasana
buatku tak percaya mimpi indahku jadi nyata 

Riccardo si cowo bule jerawatan Jerman-itali, ramah banget banget. Dia sang murid yang disukai SEMUA guru saking aktifnya. Intinyasih, dia itu mengingatkanku kepada si mantan, Ronaldo Saul.. (omg their name rhymed:(. uuuh KZL.) Gini loh, Ricardo itu that Mr.Niceguy. Cowo yang baik ke cewe dan gentlemen banget, TAPI TERNYATA KE SEMUA CEWE JUGA. Dari dulu emang selalu kepikiran untuk gaboleh "jatuh" untuk doi, tapi astaga ingetin banget, kalo ngeliat dari belakang, trus warna kulit, trus tangannya, beda di kepala aja. More preferably, he's a believer. Lukas atheis, tapi gue ngga mau membedakan RAS aja gitu sebenernya:p. Nah, ngomongin tentang agama...

Namun tiba-tiba kau ada yang punya
hati ini terluka
sungguh kukecewa

Gue baru saja tau hari ini, saat pulang sekolah Ricardo nyamperin dan nyium satu cewe yang gue tau kalo satu kelas Agama sama gue dan Ricardo. Ya begitulah hidup, ngga bisa genit lagi deh sama mr.niceguy:( tapi emang setelah dia ngerasa gue "flirty" ke dia (oke gue baper karena dia mengingatkan gue terhadap seseorang), dia mulai menjauh, gue juga sik. Tapi apakah dia tidak lihat saya mau berteman? UUUUH. Ngga galau kok, tapi kaget aja. (dan ternyata Julia dan Sanem sebelumnya sudah tau..kzl)


Relate-ing myself with Adante (SwooZie),
"the thing i hate the most about being in a new school is RECESS a.k.a breaktime."
Seriously, gue akan jauh lebih memilih kelas diperpanjang bersama Herr Vetter daripada ISTIRAHAT. Bodoh ya? tapi kenapa? "...because when you don't have any friend, all you can do is sit outside in some empty spot by yourself and eat tragically." dalam hal gue, temen gue cuma dua, mereka an-sos banget dan diet hampir tiap hari. JADI GUE NGAPAIN DONG? K Z L. Belum lagi kalo di sinituh lapangannya luaas banget. Sekali gue lost sight mereka, satu-satunya teman gue, hilang, then im just fucked up this time looking like a weirdo. Bagaikan nila setitik diantara susu sebelangga. lebay,ehehe.

Berikutnya, gue punya guru-guru keren kok, semuanya punya karakter beda-beda, apalagi walikelas gue yang sebenernya keren banget, latina gitu, guru bhs.inggris juga. Terbaik adalah saat guru-guru di sini ngerti kalo gue punya masalah dalam berbahasa, jadi mereka kasihan gitu dan nawarin bantuan saat ulangan, banyak penjelasan juga yang mereka minat ulang berkali-kali dengan bahasa se-simpel mungkin....tapi terkadang juga, mereka juga sangat menantang gue untuk bisa sama persis seperti yang lain (yang sudah sangat fasih dalam bahasa, dan akrab dengan guru karena sudah kenal lama) bisa. Kalo kata Lukas, "you win some, you lose some." ASIK<3

Kelas 9C banyak cerita walaupun baru dua bulan, tantangan banget berada di sekolah ini, tantangan, keputusan, komitmen, tantangan. Kalo gue boleh rangkum blogpost ini, gue cuma tulis bagaimana setiap orang punya karakter yang berbeda, dan terkadang, semua orang selalu salah di mata orang. Gak nyambung ya? entah. Gue caṕek, besok 7:40 dengan English dan Mathe, lalu tschüss sama kelas dan guru-pengganti-bahasa-jerman-slash-kepsek ke Lörrach untuk nonton teater.

Doakan saya disini bertahan dalam berjuang, tiga bulan lagi oh tiga bulan lagi...

Selamat malaam...

0 comments