...
11:01:00 AM
That moment where you want to write, but then you paused, just to find how you can express what you actually want to write down. (like in movies, haha)
punkt punkt punkt...ellipsis
-------
Gue ngga tau ini bener apa engga, nyata apa engga, dan sepantasnya gue lakuin apa engga...
Apa?
Well...
I experienced my first -kindof- anxiety-panic attack.
---
Emang seperti yang orang-orang bilang, ngga enak. Gue gak pernah ngeliat secara langsung orang yang ngalamin itu kayak gimana, gue suka ragu sendiri. Mungkin gue emang cuma tiba-tiba depresi aja, karena gue tau depression sesungguhnya itu apa. Atau gue cuma melebih-lebihi, dan membuat diri gue sok pantas dikasihani dan keren. Ngga, gue ngga minta hal ini. Gue ngga pilih untuk ngalaminya, dan sekarang gue ngga pamer, karena gue tiba-tiba ngalaminnya saat emang lagi wabahnya di jaman ini. Ngga.
Rasanya gimana? sama kayak yang gue denger, tapi gue ngga nyangka kalo ngalamin sendiri rasanya bakal, ya gak semudah ngucapin doang.
Siapasih yang mau karena kebanyakan mikir (overthinking) lo bisa tiba-tiba di jalan otak lo nyampurin segala macem kenegatifan dari pikiran-pikiran itu dan...ya it happened?
"Masalah psikis? yekali, lebay amat." pikirku sebelumnya..
Nyatanya, berasal dari bibit-bibit kekhawatiran hal yang sepele karena secara taksadar lo salah"gunakan" terjadi suatu kejadian yang gakdisangka.
I didn't summon it, but I kind of saw it was coming.
Emang sempet ditegur, tapi ngga pernah gue anggap serius. Lalu yang tadinya sempet gak gue pikirin lagi, sejak keinget, jadi ngelakuin aksi tertentu secara konsisten.
Aktivitas pertamanya adalah gue overthinking. Ngga yang kayak apa tumblr bilang tntg overthinking. Dan sesungguhnya juga lebih mengarah kaya Athelopobhia yang berarti "..the fear of imperfection or not being good enough." Yep. Sesungguhnya hal ini sangat manusiawi sih, siapa yang ngga mau jadi orang yang "good"? Gue dalam hal ini, bisa ngelakuin satu hal normal di depan orang lain (biasanya mungkin komunikasi, entah ke satu orang atau orang banyak spt presentasi) dan selama tiga hari kedepan, otak gue akan selalu bilang "LO TUH SEHARUSNYA NGOMONG INI; HAHA BEGO BANGET INGET NGGA LO BILANG ITU; KENAPA LO NGGA PERSIAPIN JAWABAN LO BUAT PERTANYAAN SI DIA SIH; HAYOLO PASTI DIA MIKIRIN APA YANG LO BILANG TADI HAHA SALAH LO" secara extremely... keluarga gue suka menamakan kalimat-kalimat sejenis ini: kalimat could've-should've-would've. Mau lawan bicaranya bilang bahwa I did well, gue selalu nganggep itu salah. Gue masih bersyukur, pasti. Tapi somehow kedepannya my mind always regret it.everything about the act I did. Lama kelamaan? Dari banyak proses lama "letting go" of couldveshouldvewouldve... Gue bisa sampe ngalamin yang namanya panic attack. Saat dimana gue bukan cuma selalu dipaksa untuk mikirin kesalahan gue, tapi bener-bener feeling down, deg-deg-an dengan parah, rasanya cuma mau duduk sama orang terdekat dan biarin bumi berputer tapi gue jangan, or-else?wishing for the world to just stop for a moment. Saat lo mau cari positive thoughts tapi udah jauh banget, tenggelam sama sampah overthinking. Dimana lo cuma butuh pelukan erat orang-orang terdekat, dan mereka ngga perlu ngasihtau harus ngapain, let the world in silence, and heal a person with love, for favor.
Love does heal. psychically yea.
Kembali lagi, itu adalah moment berat yang ngga enak untuk siapapun alami. Entah itu emang nyatanya panicattack atau engga. Ya gue ngga pinter-pinter amat. Gue ngga minta, dan gue nulis ini dengan tujuan supaya orang-orang yang baca ini mulai hati-hati dalam berfikir. YOU CAN OVERCOME YOUR OWN THOUGHTS, CAN'T YOU? Semuanya dari lo sendiri dan untuk diri lo sendiri. Dan salah satu solusi lain yang sangat ampuh juga adl peace from your believe or faith. God has an unending love for healing such a simple thing for Him, unconditionally. :)
I'm okay...
0 comments