Harum malam kota.
2:41:00 PMGelap.
Kami keluar gedung dengan kepala penat
Namun tak apa
Angin menempatkan kecupan lembut di pipi
Dua puluh derajat
Aroma air mancur membelai bulu hidungku
Jadi jijik sendiri gak lo?
Esther, Uchan dan Jessy ke perpustakaan malam ini. Berangkat dari rumah jam 6 sore... Masih terang. Tugas seni sudah menanti. Akhirnya saya menulis juga. Terlalu - banyak - paratax. Tapi ya sudahlah. Esther akan berkomitmen untuk lebih sering membaca sekarang. Baca alkitab juga salah satunya. Keluar dari Bibliothek jam setengah sebelas malam. Weekend, malam, tanpa orang tua, jalan pulang. Gue merasa bebas. Melihat kelap - kelipnya kota — kendaraan, restoran, lampu jalan — berasa di Jakarta. Suka pulang malem. Bukan sering, tapi suka. Suka damainya, suka capeknya, suka rasa bersyukurnya, bahwa hari telah berlalu, hari bersama - sama dengan teman sudah berakhir. Besok mulai baru lagi.
Di Augustusplatz. Gedung opera ramai. Kami di Eropa: bapak - ibu yang berusia mengenakan pakaian yang formal. Mereka bergandengan tangan, tersenyum. It was date night. Just like in the 20s.
I love you, she said smiling.
Your backpack looks shitty in the picture. Turn a bit, he said.
Berapa menit lagi?
Tramnya datang.
Yuk, pulang. Selamat Malang.


0 comments