Sahabatku kembaranku

9:59:00 AM

Dia cewe. Rambutnya panjang, pake rok pas pertama kali gue liat doi. Enough with the physical appearance. Lets take a trip down to memory lane~~

There she was. And there was i too! Well, sebenernya dia sudah disitu deluan. Karena saya telat datengnya, salah masuk kelas. Ah sudahlah, lain cerita. Disitulah dia, duduk di row paling belakang, baris kedua dari pintu. Bulan Juli (kalo ngga salah), Masa Orientasi Siswa SMP Negeri 99 Jakarta. :) that was the first day. Saya lupa ob wir gesprochen hatte oder nicht. But then i remembered the second day. I came *not late* and it was still a little bit dark (gosh, surprise-surprise~) di antara ralling, tangga, dan pintu kelas VII-7. Lupa ngomong apa. Intinya dari situ kenalan, dulu kan ada nametag tuh. Jadi... gaperlu lagi yg namanya 'Hai, nama lo siapa? Dari sekolah mana? Umur berapa?' Ha-ha well done menghancurkan jiwa sosial anak bangsa, "mos". So anyway i got to know her a little bit &more. Jadi agak deket dibanding sm yg lain, walaupun tempat duduk kita berbeda:( jauh! Ngomongin tempat duduk, there we were... dia duduk. Kita lagi ngobrol. Gatau ngobrolin apa. [Saya cupu bgt dan gamau menertawakan kembali masa-masa itu. Karena..ya, malu.] Ohya. Jadi gini, dia ngangkat kaki...PAKE ROK SD... ke atas meja. Damn. Ngerti kan? Lo duduk di bangku sekolah gitu trus kaki lo, lo letakkin di atas meja gitu ujungnya. Just like that i was awkwardlyshocked. Gurlll, if ure reading this, now you know how i feltt that time:(. Boys, chill. She wore tight pants ofc. agak sama seperti gue, dia dulu agak tomboy juga kok. Tapi dari situ, jadi deket, trus saya udh berani ngajak dia kemana-mana, trus kenalan sama my mate juga, mereka jadi deket, dan hal-hal lain! Ohya, sejak mos ini saya jadi tau kalo dia...waktu itu lg nabung buat beli skateboard. Cie inget.
Ah masa orientasi siswa. 3hari (+2hari) di VII-7 yang unik, memalukan, tapi berharga banget buat kenalan sama anak ini. Anknya asik banget, I felt like we zinged but not in a creepy way. *cie*. All that, until kelas kita dipisahkan. Jauh banget pula dipisahinnya:( dari ujung ke ujung! Tapi dengan jiwa sksd saya, gue main mulu ke kelas dia. Masa mate gua sekelas deng dia! Curang. Dan mereka jadi deket banget sial. Seriously saya cemburu saat itu. Huh gaterima. Hahaha.
I can't remember anymore memorables from 7th grade with her... it was so rough, 7th grade. It ended soooo long it felt like forever. But what I do remember, bb gemini purple-theme macem2-fontnya pun saya masih inget yg mana.tp gatau namanya. Oh good old blackberry.

The 8th grade started.
Dulu hp saya masih Nokia X2, dan saya deluan kepo gitu masuk kelas 8brp. Na ja sowieso. Trus sempet smsan atau mentionan twitter gitu sm cewe ini. Kita udah deket kan, saya berharap sekelas sama dia. Dan harapan itu agak ternyatakan! Mau bilang kelas kita hanya dibataskan tembok, tapi engga juga.:( But our class is closely parallel placed.. As i told before, saya berasa 'zing' sama dia, dan akhirnya...jadi tambah deket lagi di kls 8. 😊
Different story tentang pdkt-nya kita, karena suatu geng yang kami, anak-anakygdeketpaskls7 buat pas di rumah dian, 19desember2012. 11 cewe-cewe dari gabungan 8cdefh... karena itu kami berpasangan, dan jadinya menentukan kembar2an deh♡ twinny binny bity ! We were almost the same in everyway. (gakdeng lebay) Tinggi&berat badan, rambut, gitar, dan...14. hwhwhw. Memorables 2012/2013 sama twinku ituuuu gak banyak, gak sebanyak setelah canburs but thats another story.
Kelas 8 bersama twin? Kita jarang main ke luar. In fact, kayaknya gapernah deh pas kelas 8. Jarang chat juga, hp saya masih apa adanya dan bb dia udh jarang banget kesentuh buat bersocmed-ria. Namun, emang zing kaliya, bisa ampir tiap hari ngobrol. Lah wong kelas tetanggaan, kalo waktunya istirahat kelas saya yang deluan keluar, ya saya ke kelas dia, nyamperin. Buat ngajak beli makan bareng ke kantin:3 dan berlaku sebaliknya! Oh good old ayam teteh:') Ehiya! ngomongin makanan, wah ini dia yang dinanti-nanti..kalo twin baca ini dia pasti langsung kepikiran, gimana saya rakusnya tukang malak! Hahaha. Twin aku itu sering bgt dibawain bekal. Home cooked meal dari Eyangnya. This started just recently sebelum kelas 9 mulai. Makanannya eyang tuh emang ya astagaaaa>< uang jajan saya kadang gacukup buat just beli makan enak yg puas. Twin ini berbaik hati membagi homemade-mealnya. Bukan cuma makanan yang dibagi, dulu waktu jaman-jamannya guru Bahasa Indonesia masih sama, a.k.a. Ibu SEH... Kita jadi suka baca buku:( ngga ekstrim sih... tapi something that connects us together itu PERAHU KERTAS! Yes, she remembers this very well. Saya nonton filmnya di Bioskop, dia baca novelnya. Trus saya mau pinjem gajadi2 karena males baca novel tebel-tebel. Dia baca perahu kertas, saya baca Kata Hati dari @Benbarz_. Punya hobi baca samaan itu unyu banget. Saya merasa keren yet super bangga punya sahabat macam kembaranku ini. Salam Neptunus, twin! Nah tapiya, dari kelas 8 bukan itu aja hobi kami. eng-ing-eng, ini yang lo tunggu-tunggu kan ya?:P G I T A R . "Yaampun, cewe ini bener-bener zing amatye ma gw." i thought. Pertama kali saya megang gitar itu kelas 7, di lab IPA, setelah ibadah rokris, diajarin How great is our God (Chris Tomlin) sama Dinda&KaYitro. C-Am-D-G doang. Tapi udah lupa lagi karena zonk gapernah coba latihan, belum niat banget. That, before some guy called DDB walked into our lifes. Saya dan si twin ini terpesona dengan fingerstylenya gitudeh. Trus jadi niat mau belajar fingerstyle di gitar juga. Tapi sebelumnya, gatau gimana caranya, lupa:( kita ngeklop banget pas mulai belajar chord-chord dan ngekocok gitar dari 0. Berkat bantuan "cogan-cogan" di sekeliling kita, jadi pro ya twin?:p dari situ kita tambah deket lagi, me & my twin. Belum lagi cerita Kak Rama...ah, sudahlah. HEHEHE.

The last memory I can remember about 8th grade itu, pas UAS. The fight of gimana nanti kelas 9, dan masa-masa menghadapi UN. Lagi hari kedua atau ketiga, pokoknya di tengah, setelah mulai sebelum berakhir. Itu masih pagi, dan saya dateng sebelum ujiannya dimulai:') #fortherecord. There she was, di depan kelasnya, yang merupakan tetangga saya, dipisahkan ruang OSIS, toilet cowo, dan stairsteps. Kira-kira 3-4meter jauh, saya jalan ke si cantik bercardigan nyender di ralling madep lapangan yang lagi masih aja megang novel, bukan kertas ujian tahun lalu atau lain-lain. Hahaha. Lighting pagi itu lagi indah banget, everything looked sepia to me saat itu. This thought in my head of the scene is just so beautiful<3. Nyamperin kembaran, nanya kabar pagi ini, dan mau ngajakin selfie (well, perfect lighting.) "foto yu, masa-masa terakhir we will be kelas 8" i said to her, kira-kira begitu. Tapi antara fotonya amburadul bgt, gaada yg mau minjemin hp, atau dianya lagi gak mood, entah fotonya dimana. Like it didn't happened. Shortly, bel masuk ujian dimulai, and the journey begins yet ended. :)
And there it was, bye-bye 8th grade. was not great, but better than 7th!--

Hello-hello, how prodigious I am to write about SENIOR YEARRRRRRR yuhu!
We all know lahya, where during the freshman and sophomore year you will never look good as the last year at school. Junior High School for us yes.
And since we are twins well... yea. ikr. this is going to be a fabulous year for me dan kembaran satu ini. OOOOOOOOOOH short rewind, jadi gini ada geng kan namanya ts itu dan yadayadayada eh ada känbürß. damn, lebay tulisannya...CANBURS. Iya short notice ajasi, kita jadi deket superbanget gara-gara canburs. Saya sama dia itu kalo udah ke pomang yang paling getting comfortable, pewesepewepewenya dan lebih lagi dipewepewein. Gue rasa si yang paling bahagia merasa keren punya temen-temen setongkrongan gitulho. nah iyadahya. daaaaaaaaaaan zhoop! balik lagi ke cerita.
Bro,bro... Kelas kita tetanggaan lagi:') Kali ini deket as ever. gaada daerah spasi gitu sbg pembatas, hanya tembok (not like 9d-e-f, pintu!). Dari hari pertama sebagai senior, kita pas ketemuan lagi setelah the big break gitu ituu gatau dia merasa sama apa engga, tapi emang lebih deket aja. dibanding sama temen-temen yang lain gitu. Even though gasekelas tapi chairmatenya sangat mendukung lahya utk kami masing-masing, sesama canburs juga soalnya hahaha. So, she was getting settled, I was trying to adapt and not "re-fuckup" my class.. we did well. Bahkan shortly kita kenalan classmates satusama lain juga. Sama kayak pas kelas 8, bel istirahat, gue nyamperin dia, gue disamperin dia, gitu-gitu ajaterus. (PS: Bekel dari eyangnya itu kenikmatannya meningkat bgt saat kelas 9 dan volumenya juga meningkat. perfect ryt for a temen kang minta-minta like me:p) Makan bareng, ngobrol, just chillin'. Entah di pomang, entah di 9H, 9G, lantai depan kelas, tangga, belokan, anywhere chillin'. Oh the good old beautiful times. It just goes simply like that, fun but predictable. ditambah lagi dengan kelas 9 dan guru-guru unik yang "disediakan" utk menyajikan paperworks untuk kita..everything is very alright. The excitements is just seipritiprit tapi b a n y a k (berkali-kali). Lama kelamaan, satu hal new yang wow(see?im using 2 adjectives diantara kata "yang", aneh ya) blew into our classes...Capsa. Kartu remi brobrooo. We totally had several mental breakdowns from all the "ujian nasional" pressure. YET, we enjoyed the f outta 9th grade dgn di kelas tiap hari main kartu. Gambling all day long school feels like Vegas! This really brought us together. dan terciptalah twopair.
I'm already skipping a whole lot of things, I don't really know how this actually happened to me to fellike this but...I enjoyed 9th grade so bad, its like there's a big jump over the boring parts of it. I mean, yang itu-itu aja. Like I said, predictable. So I can't really write much about it tapi oh boy did I enjoy those good-old-times.
Mau shortly merangkum kelas 9 sama dia aja, it was all bits ‘n bobs.
Dateng telat tiap hari, being abege like a boss di depan guru, being teenagers yang seeking jati diri nyoba ini-itu, ah banyak. Kenal sama dia di kelas 9 ini tuh yaampun dia such a greeat-SUPER friend. Saat gue egois danatau keras kepala sama pikiran gue sendiri dibanding grombolan cewe-cewe, dia tuh ada di samping gue. most of the times. dalam perselisihan opinionku sama mereka. While I am just being me, she is being herself, being a twin for me. Basically I remember things in the 9th grade WAAAAAAAY more than what I do in our 8th. It is just simply memorable. Masa-masanya percobaan pendewasaan banget masa... Iya ngga, twin?:(

Alot of things happened in my senior year. and yes of course, the final test.
This the very end, the very beginning of every other things ahead of us. The time that reallyreally bonds us together, but also the time when we think of our separation. Will it be the end? What if our fun only lasts when we attend the same school? What if some of us fail the test? What about our future? Will it be only ourselves? Will there be debates between us? Do we definitely go on our paths and make new friends? So many questions, no exact answer has pass through our minds...We can't determine "our" future.

Semuanya berubah. You know where this story is heading to, twin.:)
We'll go in separate ways, and this time...i'm really gonna be separated.

[okay ps: gue abis ngelewatin vakum besar gak nulis. dan gatau kenapa setelah baca ini, kaget. ngakak tapi kecewa juga. what the hell did i write? childish banget sih bahasanya, maaf ya. gak sanggup lagi ngeditnya, terutama bagian nyeritain kelas 8nya huhu. hey im not 16 just yet! dimaklumken.)

Bullshit dari kelas 7 yang gak pernah dianggap serius sama guru sekolah kita, sampai detik-detik terakhirpun: "pindah ke jerman".
Well, shit just got real, your highnesses! Saya pindah ke Jerman.
But less of me, more of her.
Berasa banget, pas pertama kali denger pernyataan ini dia gak terlalu nganggep serius. Hubungan kita belum terlalu erat saat itu. Hey, people need time to get to know each other. Waktu yang uba semuanya, yang tadinya gapeduli, jadi peduli. yang tadinya peduli, jadi gaterima. yang tadinya gaterima, jadi supportive. Secara garis besar, that's what happened.

Di sekolah, karena gue udah menduga semua hasil akan jadi sia-sia, gue menganggap enteng prosesnya. Dia, di sisi lain, ngejar untuk hasil terbaik. Membuat gue iri dan malu ketinggalan. Tadinya mau y.o.l.o. to the fullest sama sekolah, jadi teringat batasnya. Kawan yang cuek tapi di balik segala aktifitasnya seakan-akan berniat mendukung gue untuk serius.
Still, we had a lot of fun. Banyak banget petualangan yang gue lewatin sama doi di kelas 9, saking gue hidup yolo-nya. Gak bisa ungkapin semuanya secara tertulis lagi.
Ujian Nasional ya Ujian Nasional, tahap selanjutnya? Ambil pilihan masing-masing.
Balik lagi ke point yang mau gue ceritain, iya, kita bakal pisah.
Bukan kita berdua doang kok, seluruh canburs-bursgurls-twopair, ngambil pilihan masing-masing. Apapun dan gimanapun, kita tetep saling ngedukung (gaenak deh katanya. lebih pewe sm supportive masa ckck).
Perang di Ujian Nasional bisa dipersiapin, kita latihan bareng. Mau seyolo apapun gue punya cara jalanin hidup selama di smp, gue gamau malumaluin dan ya,fcking up big time. Walaupun dia ngambil shortcut yang mahal, dia tetep ngasih effort mempersiapkan 'pertarungan' itu. And hey, hasilnya cukup memuaskan loh. Rata-rata 8+, proud of ourselves.

Topik gue ngaco mulu ngebahas yang ini itu.
So the point is,
Lewat perbedaan kita, ngga mandang belakang maupun depan, kita ngejalanin semuanya bareng. We got each others backs.
Gue gabisa ada di sana untuk dia, saat semuanya hectic daftar sekolah baru. Tapi satu moment yang gak bakal gue lupain adalah, saat dia beneran ikut nemenin gue sampai ke kotamadya jauh disana untuk ngurusin dokumen pindah. How supportive that is? Through everymoment of the 2 whole days that she spent with me when I pranked her was all great, but my favorite was saat mba-mba kedutaan ACTUALLY believe that we're twins. ❤ you suddenly and for the first time (for the both of us!) nginep itu bener-bener something yang berharga buat gue. I have a feeling I'm gonna re-member this in the future:p hope so!

All is well it ends well, dia terdaftar di sma yang dia tuju, visa gue tembus, tiket siap. We're going on our own ways.

I was always busy with my own farewells, she was also busy with family since we had our graduation break. It was kind-of hard to catch up. Agak nyesel loh gaikut puncak canburs 2014! Nonetheless, pas nginep itu luar biasa banget.cukup puas:)

Tiga hari sebelum keberangkatan, perpisahan di maber. Dateng-dateng ke kamar sakral, dia langsung meluk dan kasih kue "selamat jalan". haa<3<3
Malam itu bener-bener indah. Dia udah punya pacar, yang saat itu like whaaaa u stealin my twin here? Tapi emang beneran indah, untuk gue pribadi dan juga saat-saat dia disitu nempel sama gue, pas nunggu dijemput kita cuma ya anteng aja duduk di motor, lantai, sofa, dimanapun bareng² sama cowo-cowo tersisa. Santai, suasana almost midnight kelapa gading jadi indah. I feel the awesomeness of friendship puncaknya disitu. aaaaa take me back there:'( i'm crying so hard being this nostalgic
< this reminds me juga, pas balik malam itu dianterin orangtua dia. I always had a good relationship with them. I really find bunda & ayah-nya dia 100% wicked parents! relationship goalsss:3 >
Goodbye July 3rd 2014, you were a perfect day for me, I'll remember you.

We chatted alot through my last days being in Jakarta. She was always there. always.
The time has come untuk saya ceritain tentang hari terakhir di Jakarta.

Malam 4 Desember 2014, di kamar, sorting hasil belanja hari itu, milih baju untuk besok.
Di whatsapp, gue pamer kaos sleeveless dari carrefour yang dibeliin Kakak gue ke dia. Minta pendapat untuk outfit besok, akhirnya kita janjian pake outfit yang sama. Bincang-bincang, mulai pamitan sama bursgurls di grup whatsapp, ngemantau mereka yang besok bakal dateng ke bandara. Tidur dengan tenang, pikiran gue gak kemana-mana malam itu, gak sedih, gak seneng, netral. It was just like some other normal day.

Potong cerita, pas grup canburs akhirnya dateng, hasbia sih yang paling excited ketemu gue. We haven't met for a long time.itwas good seing her again sih. Lalu dia, kembaran gue yang mengenakan outfit yang sama nongol dan nyamperin gue secara super staycool as if she meets me everyday. We hugged, laughed, cerita-cerita, everything else. Nikmatin saat terakhir dengan main di bandara sama jinan prilly salsa hasbia afta adam denis. Puas-puasin foto bareng setotalnya.
Saat itu, ada temen gereja juga, ada keluarga juga. Gue ngebagi diri susah, gue sayang semuanya. Tapi puas, seperti biasa,kita sempet ngobrol santai berdua. Gue gak ngerasa sedih lebay, gue liat di beberapa dari mereka ada yang sedih lebay ada yang sedih doang, ada yang biasa aja juga, tapi dia? again gue ngerasa kayak dia sama kayak gue, percaya kalo this won't change anything and not even distance will come through our relationship. Care too much, to show not caring. Ya kira-kira gitudeh.
Peluk-peluk, peluk-peluk. Yang tadinya kita gapewean banget, tapi meluk dia kerasa paling benerdeh. diantara yang lain, yang dulu ogahan, mungkin dia yang pertama kok.

Yaudah dia, mereka, berkendara pergi dari Terminal 2B, Soekarno-Hatta International Airport, dan gue terbang.
Sampai di Kuala Lumpur untuk transit, menyempatkan diri buka socmed dan nemu mereka having fun after leaving me sih. Seneng, ngeliat dia juga enjoying herself bisa main lagi!

THAT WAS THE VERY LAST TIME.
Sayonara, kembaran! Gak bakal nemu kembaran lagi di sini.

Hold that thought.
Gue udah ngga inget lagi, dan gamau korek ingatan lagi untuk tau gimana perjuangan masa adaptasi gue beberapa bulan pertama di Jerman. One thing I know for sure, jauh di mata dekat di hati, twin gue ada bersama gue.
It's really amazing how she still shows how supportive she is. I once reached that moment where, I really feel lonely and never realized that something really does change.

"distance means nothing when one person means everything."

A lot of things happened, cerita kita suka abis, percakapan kita selalu membaik.
Thewin is my twin. Catwin is cacacacamytwin. the wonderful skype suka gak mendukung sih, tapi sekalinya kita bertatapan muka kembali, sukacitanya itu membahagiakan hari. :)
Gak bisa gue jelasin, tulis, gimana kita we really kept in touch. Bener-bener friend in need, the one who I count on. Bahkan lebih sering komunikasi sama twin daripada sama soulmate sendiri hahaha.
Inget waktu itu sempet berhenti rutin chat, ketemu lagi, dia nge-vn dengan suara terisak-isak abis nangis. Kangen sepuncak-puncaknya. Maaf ya twin kalo ini agak personal dan gue tulis disini. Tapi this really meant something to me. Rasanya jarang banget gue seberarti itu buat seorang kerabat. Hubungan kita, seperti yang dibahas baru-baru ini, sama-sama terlalu jaga perasaan. Gue curhat tibatiba tanpa keterangan, di sana bisa panik ngirain gue ngambek. Gue diem-diem doang padahal sesungguhnya mengharapkan sesuatu, pas akhirnya ngungkapin malah diketawain. To keep the conversation going, dua-duanya maunya denger cerita. Karena... that is what a conversation all about: "questions and everything towards them, not yourself." - Connor Franta. Gapapa, semuanya butuh proses. Nothing is regularly perfect.


Gue ketemu dia, cewe hindu kelahiran 17 September 1999, sekitar hampir empat tahun yang lalu, pertengahan 2011. Dan sekarang, lewat proses perkenalan yang panjang, ups and downs, trust and disappointments, semua itu nuntun kita ke suatu hubungan erat yang gak pernah gue prediksi bakal gue temuin dalam hidup. Life is just full of surprises. Gue belajar banyak dari dia. Cewe unik, yang punya karakter berbeda sama gue, tapi kerasa kayak melengkapi. Argumen ada, ketidaksepakatan ada, ketidakpedulian ada, bumbu emosi dan lain-lainnya itu yang bikin hidup berwarna. Canda-tawa, tangis dan amarah semuanya pernah dikarenakan satu sama lain. Berbagi itu indah, dia tunjukkan ke saya kalau jadi diri sendiri dalam hidup, bisa dijalani berdua. Kita ngga tinggal bareng, masih ada hal-hal yang gak bisa kita buka, tapi suatu kepercayaan, kasih, dan emosi bisa diseimbangkan, demi kepentingan dan bahkan ketidakpentingan, suatu tali kebersamaan.Sok puitis.

Senang bertemu denganmu, terimakasih petualangannya.


Weil am Rhein, 18 Feb 2015, half past six in the evening.

Hai, twin. Lucu ya ceritanya? Nyangka ngga semua memori itu masih in store di brain gue? Apa sedih? Gue kangen lo!! hm Kapan sih kita gak kangen satu sama lain? The world has so much in store ahead of us, we decided, and have our own ways now. Suatu saat nanti, mungkin sebentar lagi, kita bakal sibuk sama hidup masing-masing, fakta itu gabisa dihindarin. Tapi percayalah, selagi belum sibuk, belum lupa, gue berhubungan dengan lo, jadi kembaran jauh lo, semua dengan senang hati. Thankyou for coming into my teenage life, not to mention being a part of it.and twin, I will see you again in the future, in a wedding ceremony, either yours di tanah air, atau mine, di negeri orang kaya, someone will be the bride, someone will be the bridesmaid, we'll be eating chips and share our laughter together.again. I can't wait to meet our men. Until then, do more of what makes you happy!

Your twin who loves you,
Esther Jessica c.



 









1 comments